Minggu, 06 September 2009

Memoirs of Geisha

Cuma ingin berbagi sedikit cerita mengenai sebuah buku yang menurut saya bagus :)
Dan setelah saya membeli nya dan tentu membacanya lah, buku ini memberikan banyak pesan dan kesan yang cukup dalam buat saya 



MEMOIRS OF GEISHA


Sebuah realita kehidupan seorang "wanita penghibur" pada zaman itu. Saya lebih tertarik untuk mengetahui arti geisha sebenarnya. Tapi sebelum membaca novel ini, sebenarnya saya sudah melihat filmnya. Ternyata film ini menyabet enam piala oscar :D cool  Tapi saya tetap lebih menyukai versi bukunya, banyak adegan atau kejadian yang ditulis di buku tapi tidak ditampilkan di film.




Sebenarnya saya masih bingung juga, novel ini bukan ditulis oleh seorang Jepang. Tapi Arthur Golden mampu menceritakan realita dan kehidupan yang men-detail. Dan saya juga cukup menyukai cara bahasanya. Ringan tapi berisi dan bermakna. Berikut review buku nya :


Kisah Sayuri bermula di desa nelayan miskin pada tahun 1929, ketika sebagai anak perempuan berusia sembilan tahun, dengan mata kebiru-kelabu yang luar biasa, dia dijual ke sebuah rumah geisha terkenal. Tidak tahan dengan kehidupan di rumah itu, dia mencoba melarikan diri. Tindakan itu membuat dia terancam menjadi pelayan seumur hidup. Saat meratapi nasibnya di tepi sungai Shirikawa, dia bertemu Iwamura Ken. Di luar kebiasaan, pria terhormat itu mendekati dan menghiburnya. Saat itu Sayuri bertekad akan menjadi geisha, hanya demi mendapat kesempatan bisa bertemu lagi dengan pria itu, suatu hari nanti.


Sebelum itu saya ingin menjelaskan makna geisha sebenarnya. Kalau kita melihat geisha pada zaman lalu, geisha seperti seorang seniman yang menghibur dari satu okiya ke okiya lainnya, dan mereka lebih mengedepankan seni. Misalnya menari, menyanyi, memakai kimono, make-up tebal, menuangkan sake dengan cara sesensual mungkin. Dan untuk mendapat kan keperawanan seorang geisha tidak semudah menyewa pelacur. Karena untuk mendapatkan itu, ditentukan dengan harga yang paling tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan hidup geisha tersebut, atau istilah kasar nya mereka yang "dibeli" oleh penawar dijadikan istri simpanan.


Lewat buku ini, kita dapat menyaksikan secara maya bagaimana beratnya kehidupan seorang geisha, bagaimana mereka tidak pernah berharap harus terlahir dan menjalankan hidup sebagai geisha.
Pesan yang saya tangkap dalam film ini :
Jalani kehidupan yang sudah di atur oleh Tuhan, dan terima lah itu sebagai takdir yang harus kita jalani dengan sebaik-baiknya. Walaupun berat dan perih jalan nya. Dan kejar lah sesuatu yang menjadi impian mu, sampai kamu mendapatannya.


Karena saya dari awalnya sudah menyukai hal yang 'berbau' jepang, makanya saya sangat semangat kalau membahasa tentang buku ini :D
Hal lain nya yang saya suka adalah, kehidupan percintaan Sayuri. Mengenai status nya yang seorang geisha yang tidak mungkin bebas mencintai orang lain. Nobu, pria yang juga mencintai Sayuri dengan tulus mencoba meluluhkan hati Sayuri. Di lain pihak, Ketua yang tidak lain pria yang dicintai Sayuri sekaligus adalah sahabat Nobu bagaimana bisa dia "menusuk Nobu dari belakang". Sebuah percintaan segitiga yang rumit dan menyedihkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar